Memelihara kelinci bukan sekadar menyiapkan kandang dan memberi wortel. Kelinci membutuhkan makanan yang tepat, tempat bergerak, serta perawatan setiap hari. Sebelum membawanya pulang, Anda perlu tahu apa saja yang harus disiapkan.
Tidak harus membeli banyak perlengkapan sekaligus. Mulailah dari kebutuhan dasarnya, lalu bangun kebiasaan merawat yang bisa dilakukan secara rutin.
1. Kenali Makanan Utama Kelinci
Wortel sering dianggap sebagai makanan utama kelinci. Padahal, makanan utama kelinci dewasa adalah hay atau rumput kering berkualitas, seperti timothy dan orchard grass. Hay perlu selalu tersedia untuk membantu menjaga pencernaan dan mengikis gigi yang terus tumbuh. Pellet diberikan sebagai pelengkap, bukan untuk menggantikan hay. Sayuran daun yang aman juga dapat menjadi bagian dari makanannya. Sementara itu, wortel dan buah cukup sebagai camilan dalam jumlah kecil karena kandungan gulanya. Saat baru mengadopsi, tanyakan pakan yang biasa dimakan kelinci. Jangan langsung mengganti semua makanannya. Perkenalkan perubahan secara bertahap. Kebutuhan anak kelinci, kelinci dewasa, dan kelinci dengan kondisi kesehatan tertentu bisa berbeda, jadi mintalah arahan sesuai usia dan kondisinya.
2. Air Minum Harus Selalu Tersedia
Kelinci tetap membutuhkan air minum meskipun mendapat sayuran. Sediakan air bersih sepanjang hari dan ganti setiap hari. Jika memakai mangkuk, pilih yang cukup berat agar tidak mudah terbalik. Jika memakai botol, periksa apakah airnya mengalir dengan baik. Jangan hanya melihat wadahnya masih penuh; pastikan kelinci memang bisa minum darinya. Cuci wadah secara rutin agar tetap bersih.
3. Siapkan Tempat Tinggal yang Cukup Luas
Kelinci membutuhkan ruang untuk melompat, berlari, meregangkan tubuh, dan beristirahat. Kandang kecil yang hanya cukup untuk duduk tidak memenuhi kebutuhan geraknya. Anda bisa menggunakan pen atau area berpagar di dalam rumah. Pilih lantai yang tidak licin, kering, dan nyaman untuk kaki. Tambahkan tempat bersembunyi agar kelinci bisa menjauh saat ingin tenang. Jauhkan kabel listrik, cairan pembersih, tanaman beracun, serta benda yang berbahaya jika digigit. Jika ditempatkan di luar rumah, area tersebut harus terlindung dari panas, hujan, dan hewan lain.
4. Bersihkan Area Pipis dan Kotoran Setiap Hari
Kebersihan tempat tinggal perlu diperhatikan setiap hari. Angkat sisa makanan, buang alas yang basah, dan bersihkan wadah minum. Kelinci juga bisa dilatih memakai litter tray atau bak toilet. Letakkan di sudut yang sering dipakai untuk buang air. Hay dapat ditempatkan di dekatnya agar mudah dijangkau, tetapi tetap dijaga supaya tidak tercampur kotoran. Periksa bagian bawah tubuh kelinci saat membersihkan area tinggalnya. Bulu yang terus basah atau terkena kotoran perlu dicari penyebabnya, bukan hanya dibersihkan berulang kali.
5. Kelinci Tidak Perlu Dimandikan Rutin
Kelinci biasanya membersihkan tubuhnya sendiri. Mandi basah seluruh tubuh tidak dianjurkan sebagai perawatan rutin, karena dapat membuat kelinci stres dan menimbulkan masalah kesehatan.
Perawatan sehari-hari lebih berfokus pada menyisir bulu, memeriksa kuku, dan membersihkan bagian yang memang kotor. Kelinci berbulu panjang membutuhkan perhatian lebih agar bulunya tidak menggumpal. Jangan menggunting gumpalan bulu yang menempel dekat kulit sendiri. Kulit kelinci tipis dan mudah terluka. Mintalah bantuan tenaga yang berpengalaman menangani kelinci.
6. Ajak Berinteraksi Tanpa Memaksa Digendong
Tidak semua kelinci suka digendong. Untuk berkenalan, duduklah di lantai dan biarkan kelinci mendekat. Hindari mengejar atau menariknya keluar dari tempat bersembunyi. Jika perlu mengangkat, topang bagian dada sekaligus bagian belakang tubuhnya. Jangan mengangkat kelinci dari telinga. Anak-anak sebaiknya berinteraksi sambil duduk dan tetap didampingi orang dewasa. Kelinci juga merupakan hewan sosial. Pertimbangkan teman kelinci yang cocok dengan pendampingan orang berpengalaman. Jangan langsung menyatukan dua kelinci yang belum saling mengenal.
7. Perhatikan Nafsu Makan dan Kotorannya
Biasakan melihat apakah kelinci makan seperti biasa dan tetap mengeluarkan kotoran. Perubahan kecil bisa menjadi petunjuk bahwa ada masalah. Jika kelinci tidak mau makan, kotorannya berkurang atau berhenti, atau terlihat lemas, segera hubungi dokter hewan yang terbiasa menangani kelinci. Jangan menunggu sampai keesokan hari atau mencoba obat sendiri.
Simpan kontak dokter hewan sejak awal, sekaligus siapkan biaya pemeriksaan. Pikirkan juga siapa yang akan merawat kelinci saat Anda bepergian.
Merawat kelinci akan lebih mudah jika Anda memahami kebutuhan dasarnya sejak awal. Tanyakan usia, kebiasaan makan, dan riwayat perawatannya sebelum adopsi. Jika masih bingung memilih perlengkapan atau menyiapkan perawatan, Anda dapat berdiskusi dengan Kelinci Unyuk melalui WhatsApp 0815-3206-9490. Ceritakan kebutuhan Anda, mulai dari persiapan adopsi hingga informasi grooming dan penitipan.